ESENSI
HARI LAHIR PANCASILA DI TENGAH PANDEMI COVID 19
Oleh:
Tuwuh Handayani, S.Pd.SD.
Kepala SD Negeri Ngasem III Bojonegoro
Tanggal
1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila atau lebih dikenal hari
Pancasila. Peringatan tahun ini berbeda dengan tahun-tahun lalu. Berdasarkan
surat edaran Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Nomor 4 Tahun 2020,
peringatan hari Pancasila dilakukan
melalui media elektronik, video conference, dan dalam jaringan. Hal ini
dilakukan sebagai upaya untuk mencegah penyebaran virus corona. Namun, apa pun
caranya tidak akan mengurangi esensi dari makna peringatan hari Pancasila.
Peringatan hari Pancasila di tengah
pandemi covid 19 memberikan makna tersendiri bagi bangsa Indonesia. Refleksi
terhadap nilai-nilai Pancasila yang bukan sekadar norma saja. Namun,
nilai-nilai tersebut hendaknya kita jadikan sebagai pegangan hidup sehari-hari.
Pancasila harus menjadi jati diri kita sebagai bangsa Indonesia. Pentingnya
kesadaran untuk tidak hanya mempelajari nilai-nilai Pancasila, tetapi juga
mengamalkannya.
Pancasila adalah kepribadian bangsa.
Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya merupakan karakteristik bangsa
Indonesia. Nilai-nilai inilah yang memberikan kekuatan bangsa Indonesia dalam
menghadapi pandemi covid 19. Nilai religiositas pada sila pertama mengajarkan
kepada kita untuk selalu berdoa kepada Tuhan. Kekuatan spiritual ini akan
memberikan energi positif pada diri kita. Kekuatan untuk selalu tabah dalam
mennghadapi ujian. Semangat untuk selalu berjuang melawan segala tantangan.
Nilai kemanusiaan yang terkandung
pada sila kedua mengajarkan kepada kita untuk berjiwa sosial. Jiwa yang
menggerakkan kita untuk selalu menolong orang lain. Pandemi covid ini
memberikan dampak yang luar biasa bagi kehidupan berbangsa. Para pekerja sektor informal harus terseok-seok. Pengusaha
mikro, kecil, dan menengah banyak yang gulung tikar. Hal ini berdampak pada banyaknya karyawan
yang dirumahkan. Saat inilah, nilai-nilai kemanusiaan itu perlu
diaktualisasikan.
Nilai kemanusiaan pada sila
kedua akan menjiwai semangat persatuan.
Rasa saling menghargai antarmanusia akan menumbuhkan persatuan dan kesatuan
bangsa, bersatu untuk melawan corona, tidak saling menyalahkan antarelemen
bangsa. Semua pihak duduk bersama dalam menyelesaikan masalah. Kebersamaan
antara pemerintah dan masyarakat sangat menentukan keberhasilan bangsa dalam
menghadapi pandemi corona.
Nilai kemanusiaan dan rasa persatuan akan
menjiwai semangat gotong-royong. Konsep gotong-royong merupakan inti sari
kelima nilai Pancasila yang disampaikan oleh Bung Karno. Oleh karena itu, sudah
sepantasnya jika gotong-royong merupakan ciri khas bangsa Indonesia.
Peringatan hari lahirnya Pancasila
ini hendaknya kita jadikan momentum bangkitnya kembali semangat gotong-royong
di tengah pandemi covid 19. Hal ini selaras dengan tema peringatan hari
Pancasila “Pancasila dalam Tindakan Melalui Gotong-Royong Menuju Indonesia
Maju”.
Semoga bangkitnya semangat
gotong-royong ini, bangsa Indonesia akan terbebas dari bencana pandemi covid 19
dan kehidupan segera kembali normal.
keren bu, lanjutkan
ReplyDeleteTerima kasih, sang editor...
ReplyDeleteSiaaap...