BELAJAR DARI COVID 19
Oleh;
Tuwuh Handayani, S.Pd.SD.
Kepala SD Negeri Ngasem III Bojonegoro
“Belajar
dari Covid” adalah tema yang diangkat oleh Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan dalam peringatan hari Pendidikan Nasional tahun 2020. Pemerintah berharap kepada seluruh insan
pendidikan untuk instropeksi diri. Pernyataan tersebut sesuai harapan Mendikbud
Nadiem Makarim, “Inilah saatnya berinovasi. Inilah saatnya kita bereksperimen. Inilah
saatnya kita mendengarkan hati nurani dan belajar dari covid 19. Belajar dari
covid 19 agar kita menjadi bangsa yang lebih baik di masa depan.”
Pandemi Covid-19 menjadi musibah
global yang sedang melanda dunia,
termasuk Indonesia. Covid-19 telah meruntuhkan sendi-sendi pertahanan
negara. Salah satunya adalah bidang pendidikan. Pemerintah telah membuat
kebijakan-kebijakan strategis untuk menghadapi ini. Sejak awal Maret, berbagai
upaya dilakukan untuk tetap menjaga keberlangsungan pendidikan di tengah pandem Covid-19.
Tentunya kebijakan-kebijakan tersebut
berorientasi pada pemutusan rantai penularan virus. Stay at home, study at home, work from home dengan tetap mengedepankan social distancing dan physical distancing. Berbagai imbauan
tersebut telah berpengaruh pada kebijakan pendidikan.
Kebijakan-kebijakan
tersebut menuntut kreativitas dan inovasi pelaku pendidikan, khususnya guru. Guru harus berupaya merancang berbagai
strategi pembelajaran. Guru
harus berupaya tetap
mengajar tanpa bertatap muka dengan siswa. Pembelajaran daring menjadi pilihan.
Berbagai aplikasi dipelajari dan digunakan untuk mendukung pembelajaran. Hal
yang mungkin tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Guru yang sebelumnya gagap
teknologi pun akhirnya berupaya keras mempelajarinya.
Pembelajaran
daring mungkin dianggap sangat efektif
pada masa pandemi ini. Namun, lemahnya jaringan internet dapat menghambat proses
pembelajaran. Belum lagi kebutuhan perangkat gawai beserta paket data internet. Hal ini sangat membebani
orang tua siswa, khususnya yang kurang mampu. Selain itu, materi pembelajaran yang
diterima siswa tidak akan maksimum. Banyak siswa yang mengeluh karena
pembelajaran sebagian besar berorientasi pada penugasan. Ternyata, seberapa pun canggihnya teknologi tidak akan
dapat menggantikan sosok seorang guru.
Tugas guru dalam mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge) mungkin dapat
digantikan teknologi. Namun, tugas guru untuk mentransfer nilai karakter (tranfer of value) tidak akan dapat
digantikan oleh apa pun. Gesture guru di hadapan siswa merupakan katalisator
dalam proses pembelajaran. Gesture
tersebut dapat mempercepat pemahaman siswa terhadap materi pelajaran. Apalagi
jika siswa kelas rendah. Mereka sangat membutuhkan kehadiran guru. Guru
hendaknya menyadari bahwa kehadirannya sangat dibutuhkan siswa. Oleh karena itu,
kemauan untuk memperbaiki diri harus tumbuh dalam benak guru.
Fenomena lain dari kebijakan Belajar di Rumah adalah
kesiapan orang tua dalam mendampingi anaknya. Banyak orang tua yang merasa
kesulitan membimbing belajar anaknya.
Namun, mereka
juga harus berusaha menjadi guru
bagi anaknya. Akhirnya, orang tua pun menyadari bahwa tugas guru sangatlah
berat. Demikian juga dengan guru. Di masa pandemi ini, guru harus melakukan
komunikasi yang intensif dengan orang tua. Hal ini tentunya untuk bersama-sama mengawal
perkembangan belajar sang anak. Pandemi Covid-19 telah menyadarkan perluya kolaborasi antara guru dan orang tua
dalam mengawal perkembangan pembelajarn sang anak.
Pandemi covid 19 ini telah memberikan banyak pelajaran
bagi insan pendidikan. Pelajaran yang
menuntut suatu perubahan. Apakah insan pendidikan siap dengan perubahan itu?
Apakah guru siap dengan perubahan tersebut? Guru harus move on, jangan merasa nyaman di zona aman. Tingkatkan kompetensi,
siapkan kecanggihan teknologi pada diri kita sebagai guru! Demikian juga dengan
orang tua. Siap menjadi guru bagi anaknya. Siap menjadikan rumah sebagai tempat
belajar anak. Sejatinya semua insan adalah guru dan semua tempat adalah
sekolah. Belajar bisa di mana saja, dengan siapa saja, dan kapan saja.
Bojonegoro, 05 Mei 2020

Sudahkan guru-guru mengumpulkan softcopy hasil karya dan portofolio siswa dari semua tugas belajar dari rumah?
ReplyDeleteTerima kasih supportnya, Pak!!
DeleteMantab
ReplyDeleteTerima kasih, Pak...
DeleteMotivasi n supportnya..🙏🙏
Mantul, Bu KS
ReplyDeleteTerima kasih pak...rekom dr author Alapak Guru pak... wkwkwk..
Delete